Tulang Keropos (Osteoporosis): 7 BEST & SAFE Cara Mencegahnya

osteoporosis

Tulang keropos (osteoporosis) adalah kondisi ketika kepadatan tulang menurun sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala jelas sampai terjadi cedera atau patah tulang.

Masalahnya, osteoporosis sering disebut silent disease karena gejalanya bisa tidak terasa di awal. Banyak orang baru menyadari ketika mengalami patah tulang akibat jatuh ringan, nyeri punggung berkepanjangan, atau postur tubuh membungkuk .Kondisi tulang keropos (osteoporosis) ini sering berkembang perlahan tanpa disadari sampai akhirnya menimbulkan patah tulang.

Dalam artikel ini, Bapak/Ibu akan memahami secara lengkap:

  • apa itu tulang keropos,
  • ciri-ciri tulang keropos,
  • penyebab osteoporosis,
  • serta cara mencegah tulang keropos dengan langkah praktis yang bisa dilakukan mulai hari ini

Apa Itu Tulang Keropos (Osteoporosis)?

Pengeroposan tulang kondisi medis di mana kepadatan dan kualitas tulang menurun, sehingga struktur tulang menjadi berongga dan lemah. Akibatnya, tulang lebih mudah retak atau patah, terutama di area pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

Secara alami, tubuh terus membentuk dan merombak tulang. Namun, seiring bertambahnya usia, proses pengikisan tulang bisa lebih cepat dibanding pembentukannya, terutama jika asupan mineral tulang tidak mencukupi.


Ciri-ciri Tulang Keropos yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, osteoporosis sering tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring waktu, beberapa tanda berikut bisa muncul:

  • Nyeri punggung tanpa sebab jelas
  • Tinggi badan menyusut perlahan
  • Postur tubuh membungkuk
  • Tulang mudah patah meski akibat benturan ringan
  • Pegal atau nyeri tulang berulang

Jika gejala ini muncul, pemeriksaan kepadatan tulang sangat dianjurkan.


Penyebab Utama Osteoporosis

Beberapa penyebab utama tulang keropos antara lain:

1) Kekurangan kalsium jangka panjang

Kalsium adalah mineral utama penyusun tulang. Kekurangan asupan kalsium membuat tubuh β€œmenarik” cadangan dari tulang.

2) Kekurangan vitamin D

Vitamin D membantu penyerapan kalsium dari usus. Jika vitamin D rendah, kalsium tidak terserap optimal.

3) Faktor usia

Kepadatan tulang mencapai puncak di usia 20–30 tahun, lalu perlahan menurun setelah usia 40 tahun.

4) Perubahan hormon

Wanita pascamenopause lebih berisiko karena penurunan hormon estrogen yang berperan melindungi tulang.

5) Kurang aktivitas fisik

Jarang bergerak atau olahraga membuat tulang kehilangan rangsangan untuk tetap kuat.


Faktor Risiko Tulang Keropos

osteoporosis

Seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis jika memiliki kondisi berikut:

  • Usia di atas 40–50 tahun
  • Wanita pascamenopause
  • Riwayat keluarga osteoporosis
  • Jarang terpapar sinar matahari
  • Konsumsi kopi, teh, atau rokok berlebihan
  • Berat badan terlalu rendah

Cara Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

Kabar baiknya, osteoporosis bisa dicegah dengan langkah sederhana berikut:

1) Cukupi kebutuhan kalsium harian

Dewasa umumnya membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium per hari, dan lansia sekitar 1.200 mg per hari.

2) Pastikan asupan vitamin D cukup

Vitamin D bisa diperoleh dari sinar matahari pagi dan makanan tertentu, atau suplemen bila diperlukan.

3) Rutin olahraga

Latihan beban ringan seperti jalan kaki, naik tangga, atau resistance training membantu menjaga kepadatan tulang.

4) Batasi kebiasaan yang merusak tulang

Kurangi rokok, alkohol, serta konsumsi kopi berlebihan.

5) Perhatikan asupan nutrisi pendamping

Protein, magnesium, dan vitamin K2 juga berperan penting dalam kesehatan tulang.


Peran Kalsium, Vitamin D3, dan Vitamin K2

Untuk hasil optimal, pencegahan osteoporosis sebaiknya tidak hanya mengandalkan kalsium.

  • Vitamin D3 membantu penyerapan kalsium dari usus ke dalam darah
  • Vitamin K2 membantu mengarahkan kalsium agar tersimpan di tulang, bukan di pembuluh darah

πŸ“Œ Referensi kredibel:
NIH Calcium Fact Sheet
https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-Consumer/

NIH Vitamin D Fact Sheet
https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-Consumer/

Kombinasi kalsium + vitamin D3 + vitamin K2 sering dianggap lebih ideal untuk menjaga tulang tetap kuat, terutama usia 35+.


Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?

osteoporosis cek

Segera konsultasi jika Anda mengalami:

  • Nyeri tulang atau punggung kronis
  • Patah tulang akibat benturan ringan
  • Riwayat keluarga osteoporosis
  • Risiko tinggi pascamenopause

Pemeriksaan kepadatan tulang (BMD) dapat membantu deteksi dini.


FAQ tentang Tulang Pengeroposan Tulang?

1) Apakah pengeroposan tulang hanya terjadi pada lansia?
Tidak. pengeroposan tulang bisa mulai berkembang sejak usia muda jika asupan nutrisi dan gaya hidup buruk.

2) Apakah pria bisa terkena pengeroposan tulang?
Bisa. Meski lebih sering pada wanita, pria juga berisiko terutama di usia lanjut.

3) Apakah pengeroposan tulang bisa disembuhkan?
Pengeroposan tulang bisa disembuhkan total, tetapi bisa dikontrol dan dicegah agar tidak semakin parah.


Kesimpulan

Pengeroposan tulang adalah masalah serius yang sering tidak disadari hingga terjadi patah tulang. Dengan pola makan tepat, olahraga rutin, serta asupan kalsium yang didukung vitamin D3 dan K2, risiko osteoporosis dapat dikurangi secara signifikan.

Pencegahan sejak dini adalah kunci utama untuk menjaga tulang tetap kuat hingga usia lanjut. Memahami sejak dini apa itu tulang keropos membantu kita mencegah risiko osteoporosis di usia lanjut.


Post a Comment